Bernyanyi Memuji Tuhan

Bernyanyi Memuji Tuhan
Geralda Vania Panjaitan - Gearin Tabitha Panjaitan - Timothy Martin Lumbantoruan (2GT)

Selasa, 14 Oktober 2014

St. Kernol Alaris Panjaitan SH Setelah menjalani beberapa kali Kemo


St. Kernol Alaris Panjaitan SH Setelah menjalani beberapa kali Kemo, berfoto bersama istri

Jalan Aqua – Dari Diremehkan Menjadi Air Minum Dalam Kemasan Terbesar Di Indonesia

Halo Sobat Studentpreneur!

Cerita ini tentang perjuangan Pak Tirto Utomo dalam merintis Air Minum Aqua, dari dihina banyak orang sampai sekarang menjadi air minum dalam kemasan terbesar di Indonesia. Cerita ini sangat inspiratif dan harus dishare untuk semua Sobat Studentpreneur, baik yang sudah mempunyai bisnis atau yang masih dalam tahap ingin mempunyai bisnis. Bukan sekedar tips bisnis untuk pemula, namun tentang ketangguhan mental Pak Tirto, strategi bisnis beliau ketika Aqua masih sangat kecil, sampai alasan kenapa harus berafiliasi dengan Danone.

Pak Tirto yang lahir pada Maret 1930 bekerja di perusahaan asing ketika masih muda. Ketika tamu perusahaannya yang orang asing berkunjung ke Indonesia, banyak yang mengeluh soal air minum. Mereka banyak yang sakit perut, atau sekedar tidak suka rasa air minum saat itu, yang memang hanya direbus dari air tanah. Selain itu, Pak Tirto yang juga sering ditugaskan ke luar negeri oleh perusahaannya, mengamati bahwa di luar negeri, sudah banyak sekali air mineral dalam botol yang dijual dan dikonsumsi secara bebas. “Wah, di Indonesia tidak ada nih, “ pikir beliau saat itu. Pak Tirto mulai menangkap adanya peluang air putih dalam kemasan yang saat itu tidak ada di Indonesia.

Pak Tirto pun memutuskan untuk belajar mengenai cara membuat air minum dalam kemasan ke Bangkok, Thailand. Saat itu, dia sampai ditertawakan oleh Bapak Ibnu Sutowo, salah satu petinggi militer Indonesia. Bapak Ibnu Sutowo sempat mengatakan, “Tirto, kamu itu kok aneh-aneh. Di Indonesia ini air sampai banjir-banjir, lah kok kamu mau jualan air putih”. Wajar saja kalau Pak Ibnu berpendapat seperti itu, karena di Indonesia memang semua orang minum langsung dari rebusan air tanah, tidak ada industry air minum sama sekali.

Namun, Pak Tirto menunjukkan ketangguhannya. Ciri-ciri seorang entrepreneur dengan jelas dia perlihatkan, sikap pantang menyerah! Beliau sangat yakin bahwa Aqua akan maju dengan cepat, karena memang tidak mempunyai saingan di Indonesia. Maka beliau memutuskan keluar dari perusahaan dan membangun pabrik Aqua di Bekasi pada tahun 1973. Ada cerita menarik ketika Pak Tirto akan membuat Aqua ini. Nama awal Aqua adalah Puritas. Namun, ketika Pak Tirto membuat logonya, desainer logo tersebut memberikan saran bahwa nama Puritas terlalu sulit untuk dilafalkan, dan menyarankan memakai nama Aqua saja yang artinya air. Pak Tirto langsung senang dan mengganti nama Puritas menjadi Aqua. Produksi segera dimulai pada tahun 1974 dan mulai dijual pada Oktober 1974. Semua sudah sesuai rancangan, optimism membumbung tinggi, kesuksesan di ujung mata, dan… Aqua TIDAK LAKU!!

Pasar Indonesia masih belum bisa menerima air minum dalam botol. Mereka menganggap minum air rebus dari air tanah sudah cukup. Penjualan terus merosot, sampai 3 tahun terpaksa Pak Tirto memberikan ultimatum pada timnya. Kalau sampai tiap bulan masih harus ada investasi tambahan untuk biaya operasional, maka terpaksa aqua harus ditutup. Akhirnya, tim penjualan mengujicoba konsep ekstrem. Harga Aqua dinaikkan tinggi, dengan harapan margin semakin besar untuk menutup kerugian. Ajaibnya, jumlah penjualan bukannya turun, malah naik dengan sangat drastis! Itulah titik balik kebangkitan Aqua.

Pasar Aqua ketika itu masih terbatas orang asing atau ekspatriat yang bekerja di Indonesia. Contohnya salah satu perusahaan Korea yang mengerjakan proyek tol Jagorawi menjadi pelanggan setia Aqua. Kalau pekerja Indonesia hanya minum kopi atau teh, justru ekspat di perusahaan tersebut hanya minum air putih botolan merk Aqua. Pada tahun 1984, barulah Aqua masuk ke pasar lokal, namun masih sangat eksklusif di toko-toko tertentu. Sudah mulai ada pelanggan tetap air galonan, namun sangat terbatas di kalangan eskpatriat. Saat itu, di pasar air dalam kemasan yang laris terjual dan ada di hampir semua toko adalah berwarna merah (tidak perlu menyebut merknya, namun saya rasa anda pasti sudah tahu merk apa itu). Aqua sendiri hampir tidak terlihat di pasaran.

Namun bukan Pak Tirto namanya kalau menyerah begitu saja. Beliau mempunyai cita-cita di setiap toko, ada warna biru (logo Aqua berwarna biru) diantara warna merah. Dimulailah strategi guerilla marketing ala Pak Tirto. Dimulai di kota Jakarta, setiap warung dan pedagang rokok diber 3 botol gratis pada awalnya. Waktu itu tim penjualan banyak yang bertanya pada Pak Tirto, “loh pak kok Cuma 3 botol?”. Namun beliau justru menjawab, dengan hanya 3 botol tiap toko, maka setiap 2 botol laku, tinggal 1 botol. Hal ini akan membuat kesan Aqua sangat laris. Mulailah ketika 3 botol itu habis, warung-warung dan pedagang rokok memesan ulang Aqua, dan kali ini sudah membayar, tidak lagi gratis.

Strategi distribusi ini memang kelihatan sederhana, namun berhasil membuat Aqua tersebar dimana-mana. Dengan cepat masyarakat lokal bisa menemukan Aqua di pedagang kecil, pasar, restoran, dan hotel sekalipun. Target Pak Tirto juga sangat tinggi. Sekian persen untuk pasar, sekian persen untuk restoran, sekian persen untuk hotel, yang penting Aqua ada dimana-mana. Perlahan pengakuan masyarakat terhadap merk Aqua pun mulai timbul, meskipun masih sangat kecil. Masih banyak yang merasa aneh kenapa mereka harus membeli air dalam botol, ketika air rebus dari air tanah masih bisa diminum.

Kembali lagi kecemerlangan strategi bisnis Pak Tirto keluar. Aqua berusaha mengasosiasikan produknya dengan “air minum sehat”. Mereka berusaha mengedukasi pasar bahwa air minum botolan lebih segar dan sehat daripada air rebusan. Caranya? Dengan cara memberikan banyak sponsorship pada acara-acara olahraga dan anak muda. Puncaknya, Aqua menjadi salah satu sponsor PON, Pekan Olahraga Nasional yang merupakan kompetisi olahraga terbesar nasional. Akhirnya mindset terbentuk pada masyarakat, Aqua ini airnya atlet, airnya orang sehat, jadi kalau mau sehat, ya harus minum Aqua. Mindset kuat ini berhasil membuat market dari air minum dalam kemasan menjadi besar, dan Aqua pun menjadi booming di masyarakat.

Seperti layaknya gadis yang semakin cantik dan sexy, pasar air minum dalam kemasan yang membesar pun tampak sangat sexy di mata banyak orang. Akhirnya kompetitor atau pesaing pun mulai bermunculan. Aqua yang awalnya menjadi single player di industri ini, mendadak harus bersaing dengan beberapa kompetitor sekaligus. Internal perusahaan menjadi tidak tenang, mereka takut Aqua kalah dalam persaingan.

Sekali lagi, Pak Tirto menunjukkan kelasnya sebagai pengusaha sukses yang telah matang. Beliau hadir bagaikan obat penenang untuk internal perusahaan. Bukannya kawatir, Pak Tirto malah bersyukur dengan kehadiran kompetitor tersebut.Beliau berkata, “Jangan takut sama kompetitor, rangkullah mereka. Karena dengan competitor, saya yakin industri semakin maju. Berarti masyarakat justru akan semakin teredukasi tentang sehatnya air minum kemasan ”. Ketenangan ala Pak Tirto ini menyuntikkan semangat baru pada internal perusahaan Aqua. Resiko sebagai pioneer adalah diserang berbagai pihak pesaing. Bukannya stress atau tertekan, Pak Tirto itu justru suka tertawa sambil menggelengkan kepalanya dengan lucu. Beliau adalah orang yang berpikiran sangat positif, sederhana, dan menyenangkan bagi banyak pihak.

Guncangan terbesar Aqua terjadi ketika sosok penenang sekaligus bapak dari semua karyawan Aqua, Pak Tirto, meninggal di usianya yang ke 64 tahun. Praktis ketika beliau meninggal pada tanggal 16 Maret 1994, hari itu juga menjadi hari terkelam dalam sejarah Aqua. Pihak internal perusahaan sekali lagi sempat kehilangan arah. Mungkin kalau dibandingkan dengan dunia bisnis modern, bagi Aqua, kehilangan Pak Tirto sama saja dengan kehilangan Steve Jobs bagi Apple. Pihak manajemen merasa Aqua membutuhkan sosok kuat yang sudah berpengalaman, yang mempunyai karakter yang sama dengan Pak Tirto.

Maka dengan niatan tersebut, kerjasama historis dengan Danone dari Prancis pun terwujud. Danone yang merupakan salah satu perusahaan air minum dalam kemasan terbesar di dunia adalah solusi terbaik bagi Aqua untuk mewujudkan cita-cita Pak Tirto. Kerjasama antara Aqua dan Danone semakin memantapkan posisi Aqua sebagai air minum terbesar di Indonesia. Cita-cita Pak Tirto untuk membuat warna biru sejajar dengan warna merah pun semakin mendekati kenyataan.

Bagaimana menurut anda Sobat Studentpreneur? Kapan anda akan mewujudkan cita-cita anda sendiri?


Tahir, Salah Satu Orang Terkaya di Indonesia yang Super Dermawan


dato-tahir



Salah Satu Orang Terkaya di Indonesia Ini Mengikuti Jejak Bill Gates Untuk Menyumbangkan Sebagian Besar Hartanya Untuk Amal.




Akhir tahun 2013, seorang nama warga Indonesia bergabung dalam perkumpulan dermawan dunia Giving Pledge. Ia adalah Dato Sri Tahir, pendiri Mayapada Group yang bergerak di perbankan, media cetak, TV berbayar, properti, rumah sakit, dan rantai toko bebas pajak. Giving Pledge adalah klub berisi sekelompok miliarder dunia yang rela menyisihkan sebagian sampai seluruh hartanya demi kemanusiaan ketimbang mewariskannya ke anak atau keluarganya. Di dalamnya ada nama-nama seperti Bill dan Mellinda Gates, Warren Buffet, dan Mark Zuckerberg.

Sebelum ini, Tahir memang terkenal sebagai salah satu miliarder yang paling murah hati di tanah air. Forbes mencatat sumbangan Tahir tak kurang dari USD50 juta atau setengah miliar rupiah kepada sejumlah universitas.

Jadi, kenapa penting sekali baginya untuk memberi ?

“Bagi saya, memberi adalah bagian hidup kita, konstruksinya. Itu tidak bisa dipisahkan,” katanya. “Itu adalah perjalanan hidup.”

Barangkali, prinsip Tahir tidak terlepas dari sejarah hidupnya. “Saya berasal dari sebuah keluarga China yang miskin,” katanya. “Orang tua saya membuat becak. Bapak saya bertugas untuk merangkai bagian-bagiannya, sedangkan ibu saya mengecatnya.”

Tahir melanjutkan studinya di sekolah kedokteran di Taiwan. Namun kematian sang ayah membuatnya harus berhenti melanjutkan studinya tersebut. Maka, ia memutuskan belajar bisnis di Singapura.
Kiprahnya di dunia bisnis dimulai ketika ia merintis sebuah dealer pada 1980. Sayang bisnis ini gagal. Tahir mengubah haluan ke bisnis garmen. Setelah serangkaian kegagalan dan usaha yang tak kenal menyerah, lahirlah Mayapada Group. Sebagaimana taipan pada umumnya, bisnisnya pun menggurita ke perbankan, real estate, rumah sakit, dan merambah dunia media dengan mendirikan Forbes Indonesia.
Satu – satunya tantangan yang ia hadapi, katanya, terletak dalam dirinya: “Saya harus mengatasi keegoisan, ambisi yang tidak benar, dan keserakahan saya”. Maka, memberi mungkin merupakan pengingat baginya untuk menjauhi setiap sifat buruk ini.

Bukan hanya Tahir, istrinya, Rosy Riady juga aktif berkecimpung dalam dunia filantropi. Ia mendirikan H2H Charity, yang menjual barang-barang seconhand dimana setiap keuntungannya diberikan untuk membantu menyekolahkan anak-anak kurang mampu di Indonesia.

Rosy adalah putri taipan Mochtar Riady, pendiri Lippo Group. Meski memiliki hubungan dekat, Tahir mengaku tidak pernah diberi uang sepeserpun oleh Mochtar. “40 tahun jadi menantu. Belum pernah saya dapat satu sen pun dari pak Mochtar, atau dikasih kesempatan bisnis dari Pak Mochtar,” katanya. Tahir mengatakan, dia adalah anggota keluarga Mochtar Riady yang tidak bekerja di Lippo Group dan juga tidak diberikan kesempatan bekerja di sana. Namun hal ini tidak menghentikan Tahir Foundation untuk menganugerahi mertuanya itu dengan ‘Lifetime Achievement Award 2013′.

Hari ini Tahir Foundation, yayasan amal di bawah naungan Mayapada Group menginvestasikan USD75 juta untuk memperluas akses terhadap kesehatan masyarakat di Indonesia.
“Kebaikan itu adalah berkah, yang kita syukuri,” katanya. “Kalau kita berbuat baik kepada orang, mungkin saya tidak dapat balesannya, tapi ke anak cucu saya.”

Nah Sobat Studentpreneur, mungkin salah satu keuntungan jadi sukses dan kaya seperti Tahir adalah, memberi sebanyak apapun bukanlah beban. Bagaimana menurut Anda? Mari berdiskusi di kolom komentar! Anda juga bisa mendapatkan informasi bisnis anak muda kreatif melalui Facebook atau Twitter Studentpreneur. [Photo Credit: Jiga]

Cara Mencari Pelanggan Baru Ketika Marketing Anda Sudah Menyerah

Jangan Menyerah Dulu, Masih Ada Cara Mencari Pelanggan Baru Untuk Mengembangkan Bisnis Anda.
Pelanggan baru adalah elemen utama bagi kelangsungan setiap bisnis. Namun, seringkali masih banyak bisnis yang kesulitan melakukannya. Hingga akhirnya, mereka terus menerus menambang pasar dan pelanggan yang sama. Bahkan meski ia sudah tidak lagi menguntungkan dan tidak relevan. Nah, langkah-langkah berikut adalah cara mencari pelanggan baru dengan efektif dan efisien.

Mendefinisikan target audiens Anda dengan tepat. Anda harus lebih memahami siapa pelanggan Anda yang sudah ada agar bisa mengembangkan rencana pemasaran yang efektif sebagai cara mencari pelanggan baru. “Wanita berusia 20-30” masih belum cukup. Anda perlu membuat profil target pelanggan Anda dengan lebih rinci. Apa demografi mereka? Seperti apa penampilan mereka? Semakin banyak segmen yang dapat Anda identifikasi, semakin banyak potensi sumur pelanggan baru yang bisa Anda temukan. Misalnya “Wanita berusia 20-30 pengendara mobil”. Dari sini, Anda bisa mengikuti pola hidup mereka untuk menemukan dimana saja wanita dengan kriteria-kriteria seperti ini berkumpul.
mencari pelanggan baru Cara Mencari Pelanggan Baru Ketika Marketing Anda Sudah Menyerah studentpreneur entrepreneur startupCara Mencari Pelanggan Baru Ketika Marketing Anda Sudah Menyerah [Studentpreneur]

Advertising. Anda mungkin sudah sering mendengar kalau Anda perlu menghabiskan 3-5 persen pendapatan bisnis Anda untuk iklan. Untuk audiens yang lebih tua, iklan surat kabar mungkin cara yang tepat. Sedangkan untuk anak muda, maka iklan Anda mungkin lebih baik ditayangkan online atau TV. Berapapun yang Anda keluarkan, sebagai pemilik usaha kecil, Anda perlu memastikan bahwa setiap dana iklan Anda efektif. Salah satu caranya adalah dengan melakukan survey terhadap pelanggan baru Anda. Minta mereka memberitahu Anda di mana mereka mendengar tentang Anda sehingga Anda dapat mengukur kanal iklan mana yang efektif.

Memperluas kanal penjualan Anda. Yaitu memperluas saluran atau cara Anda berkomunikasi dan menjual kepada pelanggan Anda. Misalnya, bergerak ke dunia online dengan membangun sebuah website atau memperbanyak media sosial yang bisa Anda gunakan untuk menjangkau pengguna-penggunanya sebagai pelanggan baru.

Melakukan kegiatan pemasaran. Anda juga bisa berinvestasi pada aktivitas pemasaran langsung seperti direct mail, brosur, atau pameran, untuk membantu memperluas basis pelanggan yang ada. Akan tetapi, karena Anda butuh waktu dan tenaga ekstra, maka pastikan setiap sumber daya yang Anda korbankan untuk melakukan pemasaran ini sejalan dengan tujuan yang ditetapkan dalam rencana pemasaran Anda.

Network dan referral. Seminar jaringan bisnis, konferensi entrepreneur, workshop, talkshow, adalah kesempatan yang baik untuk mempromosikan bisnis Anda, termasuk mencari relasi, dan pelanggan baru.

Mengidentifikasi bisnis lokal yang melayani segmen yang sama. Karena Anda memiliki pasar yang sama, maka Anda bisa saling menjalin ikatan untuk mereferensikan satu sama lain.

Mengembangkan strategi penawaran yang jelas untuk masing-masing prospek. Misalnya dengan diskon, atau bundle layanan ke dalam paket yang sesuai dengan kebutuhan calon pelanggan Anda.

Mengembangkan strategi untuk mengkonversi pembeli diskonan ke dalam pelanggan. Inilah tujuan utama Anda. Yaitu membuat mereka-mereka yang datang ke toko Anda agar bersedia datang lagi dan lagi. Misalnya dengan metode beli-lima-gratis-satu, atau strategi-strategi lain yang mampu menarik pengguna diskon untuk menjadi pelanggan Anda.

Merawat pelanggan lama Anda. Mereka adalah sahabat Anda. Ketika Anda menguatkan pelayanan Anda, maka Anda mendorong mereka agar bersedia dengan senang hati mempromosikan bisnis Anda ke dalam jaringan mereka. Atau, membuat mereka mempromosikan bisnis Anda dengan prinsip sama untung, dengan strategi referral.

Nah Sobat Studentpreneur, semoga tips di atas dapat membantu bisnis Anda menemukan pelanggan baru. Ada lagi cara mencari pelanggan baru yang efektif menurut Anda? Mari berdiskusi di kolom komentar! Anda juga bisa mendapatkan informasi bisnis anak muda kreatif melalui Facebook atau Twitter Studentpreneur. [Photo Credit: Roberto]

Jauhi Karyawan Dengan Kepribadian Ini

Kalau Sedang Rekrutmen, Lebih Baik Anda Jauhi Tipe-Tipe Karyawan Seperti Ini.
Jika sebuah tim adalah mesin, maka anggota tim adalah roda gigi yang menggerakkannya. Maka, Anda tentu menginginkan seorang kandidat yang cocok di dinamika tim Anda. Namun, seringkali kita dapat pepesan kosong. Yaitu mereka yang tampaknya oke banget di depan, tapi berperfoma kurang di belakang. Jadi, apa yang harus Anda pertimbangkan di kandidat karyawan Anda? 3 pendapat dari pakar HRD berikut mungkin bisa jadi jawaban bagi  dilema Anda.

Si narsis.

Menurut Robert Hogan, presiden direktur Hogan Assesment System, karyawan narsis patut Anda waspadai. Yaitu mereka-mereka yang menganggap diri mereka lebih baik dan lebih kompeten dari orang lain. Alih-alih belajar dari kesalahan, mereka bahkan tidak akan pernah mau mengakui bahwa mereka telah berbuat kesalahan. Tipe seperti ini tidak akan segan untuk mengorbankan anggota lain ketika tim mereka karam. Sayangnya, ketika pertama kali bertemu dengan orang-orang seperti ini, seringkali kita akan menyalahartikan antara kharisma yang besar dengan kepercayaan diri yang berlebihan. Sehungga, wajar sekali jika kandidat seperti ini seringkali lolos pada tahap wawancara di perusahaan Anda. Lalu, bagaimana Anda bisa mengenali orang-orang seperti ini? Pertama, periksa gaya mereka bercerita: Ketika mereka hanya membicarakan tentang diri mereka sendiri dan menjelek-jelekkan mantan tim mereka, ini berarti lampu merah untuk Anda.
narsis Jauhi Karyawan Dengan Kepribadian Ini studentpreneur entrepreneur startupJauhi Karyawan Dengan Kepribadian Ini [Studentpreneur]

Si malas.

Menurut Pierce Howard dari CentACS, Center for Applied Cognitive Studies, tipe karyawan lain yang harus Anda waspadai adalah karyawan pemalas yang oportunis. Yaitu mereka-mereka yang tidak segan-segan membiarkan orang lain dalam satu tim untuk mengerjakan tugas yang sudah dibebankan pada mereka. Padahal sebagai tim, ada baiknya setiap orang mengerjakan porsinya masing-masing. Sehingga, tidak akan timbul kebencian di kemudian hari. Jadi, bagaimana Anda bisa membedakan orang-orang seperti ini? Perhatikan energy level mereka. Ketika mereka bergerak dengan malas-malasan dan lambat menanggapi perintah-perintah sederhana Anda (misalnya: “tolong ambilkan bolpoin itu”), maka mereka akan keberatan mengerjakan tugas yang lebih berat di masa depan.

Si lebay.

Michael Mercer, penulis “Hire the Best and Avoid the Rest” menyebut kandidat lain yang layak untuk Anda hindari adalah drama queen dengan emosi yang meledak-ledak. Mereka akan membuat lingkungan kantor Anda tidak nyaman dan tidak kondusif dengan segala drama yang mereka bawa (membanting pintu, komplain non stop, suka mengeluh, pesimis). Kadang, sulit untuk mengenali mereka dengan kepribadian seperti ini di proses wawancara. Karena seringkali kandidat sudah menyiapkan jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan yang umum, misalnya tentang mantan tim atau bos mereka. Anda perlu keluar dari kebiasaan dan menanyakan hal-hal lain yang di luar perkiraan. Misalnya, Google menanyakan tentang geometri, atau pendapat kandidat tentang isu-isu sensitif di dunia.
Nah Sobat Studentpreneur, kalau menurut Anda, tipe karyawan seperti apa lagi yang perlu dihindari? Mari berdiskusi di kolom komentar! Anda juga bisa mendapatkan informasi bisnis anak muda kreatif melalui Facebook atau Twitter Studentpreneur. [Photo Credit: Matthew]